BMKG Deteksi 6.382 'Hotspot' di Kalimantan Barat

- 11 Agustus 2020, 12:23 WIB
Ilustrasi karhutla. /Pixabay/Ylvers
Ilustrasi karhutla. /Pixabay/Ylvers /

PR GARUT – Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Musim kemarau di Indonesia kerap meninmbulkan sejumlah persoalan mulai dari kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Supadio Pontianak mencatat pada Senin, 10 Agustus 2020 lalu terdeteksi sebanyak 6.382 hotspot atau titik panas di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Kabar Indra Sjafri Menjadi Pelatih Baru Juvestus

"Sebaran hotspot tersebut berdasarkan data LAPAN tanggal 10 Agustus 2020 pukul 07;00 WIB hingga pukul 17.00 WIB," kata Kepala BMKG Supadio Pontianak, Nanang Buchori seperti dikutip oleh pikiranrakyat-garut.com dari Kantor Berita Antara.

Dari 14 kabupaten di Kalbar, hanya dua daerah yang nol hotspot yakni Kota Pontianak, dan Kota Singkawang.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Djaka Budhi Utama mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah dalam penanggulangan Karhutla di Kalbar.

Baca Juga: Diduga Ingin Fokus pada Venue dan Kona, Hyundai Hentikan Penjualan Elantra GT dan GT N Line di AS

"Bentuk kesiapan itu, baik dalam hal penyiapan personel maupun peralatannya. Kodam juga akan selalu bersinergi dengan pemda, Polri dan berbagai komponen masyarakat lainnya dalam penanggulangan Karhutla," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melaksanakan program Desa Mandiri menuju langit biru di Bumi Khatulistiwa tersebut.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X