Hebat! NASA Kembangkan Hijab Khusus Astronaut Perempuan

- 15 Maret 2024, 16:00 WIB
Nora Al Matrooshi menjadi wanita Arab pertama yang dipilih NASA
Nora Al Matrooshi menjadi wanita Arab pertama yang dipilih NASA /

PR GARUT – Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) sedang mengembangkan hijab khusus untuk para astronaut Muslimah. Langkah inovatif ini diinspirasi oleh Nora Al Matrooshi, wanita Arab pertama yang terpilih sebagai astronaut.

Inspirasi ini menandai upaya NASA untuk memastikan inklusivitas dan kenyaman bagi semua astronaut, terlepas dari latar belakang budaya dan agama.

Nora menyebutkan NASA mengembangkan strategi untuk memungkinkan menjaga rambutnya agar tetap tertutup saat mengenakan pakaian dan helm luar angkasa, secara resmi dikenal sebagai Extravehicular Mobility Unit atau EMU.

“Begitu anda masuk ke dalam EMU, anda mengenakan topi komunikasi yang menutup rambutnya,” kata Nora dikutip AFP pada Jumat (15/3/2024).

Baca Juga: Buntut Krisis Kependudukan, Tenaga Kerja Indonesia di Jepang Melonjak Naik Hingga 56 Persen

Nora juga mengatakan kendalanya muncul ketika melepas hijabnya yang biasa, sebelum ia mengenakan topi komunikasi. Hal ini rumit karena hanya bahan yang secara khusus diizinkan yang dapat dikenakan di dalam EMU.

“Para teknisi pakaian akhirnya menjahit hijab darurat untuk saya, sehingga saya bisa memakainya. Masuk ke dalam pakaian, lalu mengenakan topi komunikasi dan kemudian melepasnya dan rambut saya akan tertutupi. Jadi saya sangat menghargai mereka yang melakukan hal itu untuk saya,” sambungnya.

NASA berencana akan mengembalikan manusia ke permukaan bumi pada tahun 2026 untuk misi Artemis 3. Salah satunya Nora astronaut yang diproyeksikan terbang.

“Saya pikir menjadi seorang astronaut itu sulit terlepas dari agama atau latar belakang. Saya kira menjadi Muslim tidak membuatnya lebih sulit. Namun menjadi seorang muslim membuat saya sadar akan kontribusi nenek moyang saya,” ucap Nora.

Baca Juga: Fitur Unggul dari Samsung Galaxy Tab S9, Cek Spesifikasi dan Harganya

“Para cendekiawan dan ilmuan muslim yang datang sebelum saya yang mempelajari bintang-bintang. Saya menjadi seorang astronaut hanyalah melanjutkan warisan dari apa yang telah mereka mulai ribuan tahun yang lalu,” lanjutnya lagi.

Pelatihan NASA

Nora Al Matrooshi menjadi wanita Arab pertama yang lulus pelatihan NASA untuk pergi ke bulan. Diketahui, ia sudah menjalani pelatihan sejak 2021 di Amerika Serikat.

Nora salah satu dari dua kandidat astronaut yang dipilih oleh Badan Antariksa Uni Emirat Arab pada tahun 2021 untuk mengikuti program pelatihan NASA.

Setelah menjalani pelatihan, Nora dan rekan sesama warga Emirat, Mohammad AlMulla, dan 10 orang lainnya telah memenuhi syarat sebagai astronaut.

Kelompok yang dikenal ‘The Flies’ ini telah memenuhi syarat untuk misi NASA ke stasiun Luar Angkasa Internasional (IIS), peluncuran artemis ke bulan, dan jika semuanya berjalan dengan lancar, maka terbang ke Mars. ***

Editor: Hanin Annisa Nuradni

Sumber: NASA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah