Usai Ledakan dan Rangkaian Aksi Protes, Perdana Menteri Lebanon Mundur

- 11 Agustus 2020, 09:55 WIB
Unjuk rasa di Lebanon
Unjuk rasa di Lebanon /Bogor.com//Bogor.com

PR GARUT – Usai ledakan di dekat Pelabuhan Kota Beirut, Lebanon yang terjadi pada 4 Agustus 2020 lalu menyebabkan adanya aksi protes masyarakat.

Sebelumnya dua menteri dari kabinet pemerintahan Lebanon telah mengundurkan diri lantaran pemerintah dianggap tidak menggunakan kesempatan untuk melakukan reformasi di negara itu.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip oleh pikiranrakyat-garut.com dari Kantor Berita Antara Perdana Menteri (PM) Lebanon Hassan Diab pada Senin, 10 Agustus 2020 waktu setempat mengundurkan diri dan membubarkan pemerintahannya.

Baca Juga: 21 Desa di Pasuruan Alami Kekeringan

Pengunduran diri dan pembubaran pemerintahannya itu dilakukan usai masyarakat menggelar rangkaian aksi protes menuntut otoritas setempat bertanggung jawab atas ledakan yang menghancurkan Kota Beirut.

Lewat pidatonya, Diab juga menyebut ledakan dan aksi kemarahan warga merupakan hasil dari korupsi yang telah 'mendarah daging' di Lebanon.

Ledakan yang disebabkan oleh lebih dari 2.000 ton amonium nitrat di gudang pelabuhan kota itu menyebabkan 163 orang tewas dan lebih dari 6.000 warga luka-luka, serta merusak sebagian besar bangunan di Beirut.

Baca Juga: Pelabuhan Patimban Siap Dioperasikan, Ridwan Kamil: Akan Menjadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Jabar

Insiden itu memperburuk krisis ekonomi dan politik yang telah terjadi selama berbulan-bulan di Lebanon.

"Hari ini kami mengikuti kehendak masyarakat yang menuntut tanggung jawab otoritas terkait terhadap bencana ini, (mereka) yang memilih untuk bersembunyi selama tujuh tahun, (dan kami akan mengikuti) keinginan mereka yang menuntut perubahan," kata PM Diab saat mengumumkan pengunduran dirinya.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X