Pembebasan Lahan Tol Getaci di Garut Kuras Uang Negara Rp517 Miliar, Masih Ada Warga Menolak Persoalan Harga

- 30 Mei 2024, 20:00 WIB
Pembayaran UGR Tol Getaci kembali dilakukan untuk 3 desa.
Pembayaran UGR Tol Getaci kembali dilakukan untuk 3 desa. /Ade Parhan/pikiran rakyat Garut /

PR GARUT – Hingga saat ini, proses pembebasan lahan untuk proyek jalan Tol Getaci di Garut telah mencapai total nilai pembayaran sebesar Rp 517.573.449.113. Meski begitu, masih ada beberapa lahan yang menunggu pembayaran karena berkas administrasinya belum lengkap. Hal ini diungkapkan oleh Rahman saat dihubungi pada Kamis (17/5).

"Sampai saat ini total nilai pembebasan lahan yang telah dibayarkan mencapai Rp 517.573.449.113," jelas Rahman.

Ia menyatakan bahwa luas lahan yang telah dibebaskan di wilayah Garut mencapai 1.856.472 meter persegi atau sekitar 185,65 hektar, tersebar di 1.220 bidang tanah yang berada di delapan dari 17 desa di Kecamatan Kadungora, Leles, Leuwigoong, dan Banyuresmi.

"Delapan desa telah menerima pembayaran, meskipun tidak semuanya 100 persen selesai. Ada beberapa persoalan penolakan harga, namun sekitar 99,9 persen masyarakat menerima ganti untung yang ditawarkan," ungkap Rahman.

Baca Juga: Jumlah Exit Tol Getaci di Tasikmalaya: Total Akan Ada 4 Exit Tol, 2 Siap Dibangun dan 2 Dalam Perencanaan

Dalam proses pembebasan, beberapa tanah kas desa, jalan fasilitas umum, hingga bagian pinggir sekolah terdampak. Selain itu, kawasan perumahan di salah satu kecamatan juga terkena dampak langsung proyek tol.

Tim Appraisal Lakukan Penaksiran Harga

Menurut Rahman, tim appraisal masih terus bekerja, terutama saat ini sedang melakukan penaksiran harga di wilayah Kecamatan Kadungora. Sampai saat ini, Desa Talagasari di Kecamatan Leles mencatat jumlah penerima ganti untung terbesar untuk proyek jalan Tol Getaci, dengan satu pemilik tanah menerima ganti untung sebesar Rp 16.905.996.135.

"Untuk yang paling besar menerima uang pengganti di desa itu. Untuk yang terkecil ada beberapa warga yang lahannya hanya terkena 1 meter persegi dan menerima ganti rugi sebesar Rp 400 ribu," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ade Parhan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah